Sistem Operasi Mobile Berbasis Linux Pesaing Android



Android bukan satu-satunya sistem operasi berbasis Linux untuk perangkat gadget yang beredar di pasaran. Beberapa pengembang telah menghadirkan sistem yang berbeda guna menyaingi ataupun ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dan baru dari yang sudah ada. Dengan banyaknya sistem yang hadir membuat persaingan menjadi lebih ketat dan akhirnya pengguna juga yang diuntungkan dengan banyaknya pilihan. Berikut beberapa sistem operasi mobile yang banyak menjadi perbincangan para pemerhati gadget.

Firefox OS

firefox-os-phones

Mozilla yang terkenal dengan peramban Firefox juga turut menghadirkan sistem operasi mobile dengan nama Firefox OS. Didasari oleh peramban Firefox serta engine Gecko, sistem ini memiliki nama kode Boot to Gecko aau B2G. Dibuat menggunakan standar web terbuka yang terdiri dari HTML, CSS, dan Javascript, Mozilla berharap akan mudah memasuki pasar sistem operasi mobile dimana banyak pengembang yang sudah familiar dengan konsep ini. Karena seperti diketahui, salah satu kesuksesan dari sistem operasi yaitu adanya ekosistem antara pengguna, pengembang, serta ketersediaan aplikasi. Hingga saat ini memang baru 4 nama besar saja yang sudah memproduksi perangkat Firefox OS, diantaranya Alcatel, Huawei, LG, dan ZTE. Peredaran smartphone Fire OS memang masih terbilang terbatas, namun dalam waktu dekat, Indonesia akan menjadi negara berikutnya yang bisa merasakan smartphone Firefox OS. Yang menarik, smartphone Firefox OS hadir untuk menyasar segmen entry level dimana harga smartphone yang ditawarkannya benar-benar terjangkau.

Ubuntu Touch

ubuntu-ph

Jika kebanyakan sistem operasi menggandeng produsen besar dalam menghadirkan smartphone, maka Ubuntu menghadirkan smartphone bikinan mereka dengan nama Ubuntu Phone. Sedangkan sistem operasi yang digunakannya bernama Ubuntu Touch. Canonical pertama kali meluncurkan Ubuntu Touch versi 1.0 pada 17 Oktober 2013 berbarengan dengan Ubuntu 13.10. Meski telah lama hadir, namun keberadaan smartphone berbasis Ubuntu Touch masih belum diketahui kehadirannya. Nampaknya, Canonical, sebagai pengembang Ubuntu Touch sedang membangun terlebih dahulu dukungan aplikasi yang bakal dihadirkan melalui store-nya. Terbukti hingga kini sudah tersedia sebanyak 100.000 lebih aplikasi dan para developer aplikasi serta beta tester telah diijinkan untuk mencoba versi previewnya melalui perangkat lain.

Amazon Fire OS

amazon-fire-phone

Awalnya sistem operasi ini digunakan pada perangkat keluar Amazon lainnya yaitu Kindle Fire. Dan kini sistem tersebut digunakan oleh smartphone besutan Amazon yaitu Fire Phone. Amazon Fire OS sebenarnya berbasis Android namun telah mengalami modifikasi dan keluar dari hal-hal yang ‘berbau’ Google. Tidak heran Fire Phone tidak memiliki akses ke layanan Google atau aplikasi di Google Play. Amazon memang menjadikannya sebagai sistem operasi mobile yang berbeda. Saat ini Fire Phone sudah resmi dirilis dan baru beredar di beberapa negara tertentu saja (baca: Amerika Serikat). Fire Phone memiliki ukuran layar 4,7 inci dengan resolusi 720p, menggunakan Gorilla Glass 3, tombol berbahan alumunium, prosesor Qualcomm 2,2 GHz quad-core, grafis Adreno 330, dan memori RAM 2 GB.  Ketebalannya 0,35 inci dengan bobot 142 gram.

Samsung Tizen

tizen

Meski telah besar dengan smartphone dan tablet berbasis Android-nya, Samsung tetap merasa perlu menghadirkan sendiri sistem operasi bagi perangkat mobile-nya. Jika sebelumnya Samsung pernah gagal dengan sistem operasi Bada, kini Samsung kembali menghadirkan sistem operasi mobile yaitu Tizen. Tizen merupakan hasil kolaborasi antara Samsung dengan Intel yang dulunya juga pernah membuat sistem MeeGo yang juga mengajak Nokia untuk mengembangkan bersama-sama. Dengan hadirnya Tizen membuat Samsung bebas memodifikasi sistem serta beberapa fitur pada smartphone besutannya tampak terikat dengan Android. Kini setelah mengalami penyempurnaan, Samsung pun meluncurkan smartphone pertama dan satu-satunya yang menggunakan sistem ini melalui Samsung Z.

Jolla Sailfish

jolla-s

Sebelum menggunakan Windows Phone, Nokia pernah mengembangkan sistem operasi mobile berbasis Linux yang dikenal dengan Maemo. Proyek ini akhirnya bergabung dengan Intel dan berganti nama menjadi MeeGo. Setelah akhirnya menggunakan Windows Phone, tim yang pernah bergabung membuat MeeGo meninggalkan Nokia dan membentuk sebuah perusahaan bernama Jolla. Tim inilah yang kembali mengembangkan sebuah sistem operasi baru dengan nama Sailfish. Meski demikian petinggi Jolla menegaskan bahwa Sailfish bukanlah pengganti MeeGo. Menariknya, Sailfish bakal bisa digunakan pada smartphone Android layaknya custom ROM bagi Android. Sehingga pengguna bisa dengan mudah memasangnya pada smartphone Android. Jolla telah meluncurkan beberapa smartphone Sailfish namun masih terbatas di negara tertentu saja.
Previous
Next Post »
Posting Komentar
Thanks for your comment